Langsung ke konten utama

rindu

widya, malam ini aku bermimpi tentangmu lagi. aku tak tau kenapa ini terjadi, ketika bangun dari mimpi itu aku tak tau harus bagaimana? bagaimana caraku untuk melupakan dan merelakanmu? tidak aku berpikir lagi jauh dari dalam hatiku aku sungguh tak ingin melupakanmu? aku sangat ingin bertemu denganmu, aku ingin mengatakan semua apa yang ada didalam hati ini, apa yang selama ini aku pendam. tapi aku terlalu menyadari posisiku aku bukan siapa-siapa kamu. mungkin jika dapat bertemu dengan hatiku akan lega tapi itu juga akan menganggumu. aku hanya binggung aku harus melakukan apa saat ini. aku selalu berharap kamu bahagia, tapi aku tidak pernah ingin mendapatkan kebahagian ku sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

novhiani

avhi panggilan dia dikeluarganya, aku baru saja mengatakan bahwa aku menyukainya tapi dia hanya merespon dengan tertawa. aku bisa memaklumi ini karena selama hampir 9 tahun kami berteman dia tidak menyangka aku akan mengatakan perasaanku. Kenapa aku selama ini menyimpan perasaan aku karena aku berpandangan aku takut jika aku mengatakan aku suka dia hubungan kami akan berjarak. aku akan menceritakan bagaimana pertemuan aku pertama kali. aku lupa tglnya tapi seingat aku adalah bulan april tahun 2012, dia sedang duduk di pos satpam Sekolah kami. dan aku baru saja tiba disekolah dan saat itu juga aku memandang bahwa kakak kelas satu ini sangat cantik. kemudian setelah berkenalan dia menyuruh aku untuk membeli air mineral untuknya. ya begitulah senior sekolah. kemudia kami berangkat untuk seminar pramuka dari berbagai2 sekolah diseluruh provinsi. aku, dia serta satu teman aku menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti seminar itu. selama acara berlangsung pandanga selalu tertuju padanya. ak...

apa kabar?

Apa kabar? aku selalu ingin mengetahui kabar mu, bagaimana perasaanmu, bagaimana hari yang lewati, bagaimana keluargamu. apa kau bahagia? akan kau ingat aku? akan kau merindukanku? seandainya aku lebih cepat seandainya...

menunggu

aku selalu menunggu, aku selalu ragu untuk menghampirimu bukan karena aku tidak memiliki keberanian. Tapi aku tidak ingin membuatmu tidak nyaman ketika aku menghampirimu. Saat ini aku akan menunggu lagi, menunggu momen untuk mengakhiri segala penantian.